Minggu, 27 Agustus 2017

Tugas Terstruktur


TUGAS TATAP MUKA KE-2 DAN KE-3

Pertanyaan
1.)  Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan   dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran matematika ?
Jawaban
        Mayer (2001) mengemukakan tiga asumsi yang diadaptasi dari Teori Kognitif Multimedia Learning (CTML).
  • Asumsi pertama adalah bahwa manusia memiliki sistem pengolahan untuk bahan pendengaran dan sistem lain untuk bahan visual. Presentasi multimedia menggunakan kedua sistem, memanfaatkan potensi belajar penuh seseorang. Contohnya pemanfaatan infokus dan speaker untuk menampilkan video pembelajaran terkait akan sangat menunjang asumsi pertama ini.
  • Asumsi kedua adalah bahwa saluran ini memiliki kapasitas terbatas. karena keterbatasan ini, keputusan perlu dibuat "tentang potongan informasi apa yang masuk untuk memperhatikan" (Mayer, 2001). Memilih materi yang sesuai dengan tingkatan pembelajar, contohnya pembelajaran di SMA tidak perlu diajarkan terhadap siswa yang baru masuk ke tingkat SMP.
  • Asumsi ketiga adalah bahwa belajar aktif melibatkan memilih, mengorganisir, dan mengintegrasikan materi yang relevan dengan pengetahuan yang ada. Suatu materi dipilih untuk suatu tipe kelas tertentu dan pertanyaan yang dilemparkan ke siswa yang cerdas dan biasa saja dibedakan. Begitu juga penjelasan individual yang diberikan.

Pertanyaan 
2.)  Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran matematika ?

Jawaban
        Teori dual coding menyatakan bahwa informasi bisa diberi kode, disimpan,dan diperoleh kembali dari suatu sistem yang berbeda secara fundamental,
    - menyesuaikan dengan informasi verbal
    - menyesuaikan dengan image atau informasi visual
Presentasi-presentasi dual mode bisa memperluas kapasitas memori kerja jika satu bagian dari instruksinya (misalnya, penjelasan-penjelasan tekstual) dihadirkan dalam bentuk auditory dan yang lain (misalnya, diagram) dalam bentuk visual, desain pesan seperti ini dapat meningkatkan jumlah informasi yang bisa diproses tanpa muatan kognitif yang berlebih. Pembelajar sebagai penerima informasi mengintegrasikan kata-kata dan gambar secara lebih mudah saat kata-kata dihadirkan secara auditori daripada secara visual karena menggunakan prosesor-prosesor auditori dan visual dalam memori kerja secara efektif menghilangkan muatan kognitif yang berlebihan dari saluran visual.


Senin, 21 Agustus 2017

Materi Tatap Muka ke-2

         
 LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

         Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pebelajar sehingga mendorong terjadinya kegiatan belajar. Multimedia merupakan media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio dan animasi secara terintegrasi.
         
          Dilihat dari karakteristiknya, multimedia dapat menjadi dua jenis yaitu multimedia linear dan multimedia interaktif.
a. Multimedia Linear 
    Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan secara sekuensial (berurutan). Contohnya : TV dan film.
b. Multimedia Interaktif
    Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.

Kelebihan multimedia dalam pembelajaran, yaitu :
  • Pembelajaran lebih inovatif dan interaktif
  • Teks, gambar, audio, musik, animasi gambar atau video dalam satu kesatuan yang saling mendukung
  • Menambah motivasi pembelajaran selama proses belajar
  • Mampu menvisualisasikan materi yang selama ini sulit
  • Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Ada 3 landasan teori pembuat media pembelajaran, yaitu :
1. Pengguna (user)
2. Keterbatasan
3. Alat/perangkat yang sesuai dengan kekurangan (mereduksi)